LUKISAN DAMAI SEJAHTERA

Filipi 4:2-7; Yesaya 26:3

 

“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:70).

 

     Dua pelukis diminta untuk melukiskan kedamaian. Pelukis pertama melukis pemandangan yang indah dengan latar belakang danau, permukaan airnya teduh dan tenang. Pohon-pohon mengitarinya, padang rumput terbentang luas dengan hewan-hewan ternak sedang merumput, pondok kecil terlihat tenang, dan dihiasi dengan matahari yang sedang terbit. Semuanya sempurna untuk gambaran mengenai kedamaian.

     Sebaliknya pelukis kedua melukiskan pemandangan yang “liar” – pemandangan badai! Awan gelap pekat bergantung di langit, dan di tengah-tengah lukisan itu ada air terjun yang memuntahkan airnya yang besar dengan percikannya. Suasananya begitu mencekam dan menakutkan. Tetapi yang menarik perhatian dari lukisan ini adalah sebuah sarang burung yang terdapat di cekukan cadas di tepi bebatuan di sebelah air terjun. Sekeluarga burung ini terlindung oleh deru air dan pekatnya langit. Di tengah hingar-bingar alam yang menggelora, induk dengan anak-anaknya bernyanyi-nyanyi. Inilah lukisan yang tepat untuk menggambarkan damai sejahtera!

     Saudara, damai sejahtera seperti lukisan yang kedua itulah yang dijanjikan Tuhan kepada kita. Dunia yang bergelora dan kejahatan yang merajalela merupakan fakta yang amat menakutkan siapa saja. Tetapi Tuhan Yesus sanggup melimpahkan damai sejahteranya kepada kita, seperti perlindungan yang diberikan kepada burung tersebut.  

     Alkitab berkata, “Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya” (Yes. 26:3). Mereka yang mendapatkan damai sejahtera Allah adalah mereka yang percaya dan yang hatinya teguh. Menurut bahasa aslinya, “damai sejahtera” di atas ditulis dengan “damai, damai” (shalom, shalom). Inilah yang saya namakan dengan “double peace” (damai ganda)!

     Tidakkah Anda melihat janji Allah yang indah ini, Saudaraku? Orang yang bimbang tidak akan mendapatkan damai sejahtera. Sebab orang yang bimbang meragukan janji Allah. Karena itu kita harus belajar untuk percaya kepada Allah di tengah badai dan ombak yang menakutkan.

 

Renungan:

     Anda sedang menghadapi ancaman badai besar? Inilah saat yang tepat untuk menguji janji-janji Allah dan mendapatkan damai sejahtera Allah. Katakan dengan penuh keyakinan, “Tuhan, aku percaya kepada janji-Mu bahwa Engkau melindungi kami dan melimpahkan damai sejahtera kepada kami di tengah badai besar sekalipun.”

 

Hanya Yesus yang sanggup memberikan damai sejahtera di tengah badai menggelora.

 

Leave a Reply

Latest Sermon

Translator