Hidup Yang Berfokus Pada Kekekalan

Hidup Yang Berfokus Pada Kekekalan

Ringkasan Kotbah Pdt Peter Aditijo
Tanggal 22 Maret 2009

Ayat bacaan 2 Korintus 4:16-18

Banyak orang pada yang sekarang ini sedang mengalami tawar hati karena kejadian-kejadian di sekeliling mereka. Kita harus sadar bahwa tidak ada hal yang kekal di dunia ini. Semua akan hilang dan hancur. Karena itu janganlah tawar hati karena hidup kita ada dalam Tuhan, dan jika itu yang kita lakukan maka Tuhan sendiri yang akan menjaga kita. Janganlah biarkan kepahitan mencuri kebahagian kita, dan marilah senantiasa berfokus pada kekekalan. Ada tiga hal yang dapat kita lakukan agar hidup kita berfokus pada kekekalan:

1. Kita harus memahami rencana Allah (2 Korintus 5:10)
Semua orang harus menghadap tahta pengadilan Kristus. Karena itu kita harus tahu rencana Tuhan. Dan rencana Tuhan adalah untuk datang yang kedua kalinya akan tetapi anti Kris akan datang terlebih dahulu. Kita harus percaya bahwa oleh keadaan yang sedang digoncangkan akan semakin banyak jiwa-jiwa yang datang kepada Tuhan. Karena itu Gereja Tuhan harus ikut ambil bagian untuk memenangkan jiwa-jiwa baru dan terus mencari wajah Tuhan.

2. Kita harus tetap melayani apapun yang terjadi
Banyak alasan yang dapat kita katakana untuk tidak melayani Tuhan. Tapi ada satu alas an mengapa kita harus melayani Tuhan, yaitu karena kita mengasihi Dia. Ketika kita mau maka Tuhan sendiri yang akan memampukan kita. Dan orang yang setia dengan perkara-perkara kecil akan diberikan perkara-perkara yang besar oleh Tuhan sehingga hidup kita bisa menjadi berkat bagi Dia.

3. Kita harus tetap menabur di masa krisis (1 Raja-Raja 17:13)
Marilah kita tetap menabur di ladang Tuhan apapun keadaan kita. Janganlah kita pernah takut memberi untuk Tuhan, karena kita tidak akan kehilangan tetapi sebaliknya kita berinvestasi. Tuhan tidak melihat pada pemberian kita, tetapi Tuhan melihat pada hati kita. Kisah Elia dan janda miskin yang memberikan roti terakhirnya, menunjukkan bahwa Tuhan mau agar pengharapan kita tidak kepada “roti” yang kita miliki tetapi pengharapan kita haruslah selalu kepada Tuhan yang memberi “roti”.

Tuhan memberkati.

Add Comment Register



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *