BERSATULAH!

Bilangan 2:1-34; Kisah 2:43-47

“Orang Israel harus berkemah masing-masing dekat panji-panjinya, menurut lambang suku-sukunya. Mereka harus berkemah di sekeliling Kemah Pertemuan, agak jauh dari padanya” (Bilangan 2:2).

Menurut Nelson’s Bible Dictionary, “panji” berarti “sebuah simbol yang ditaruh pada tiang dan diangkat tinggi ke udara, seperti halnya sebuah bendera, untuk memimpin suku atau kelompok dalam peperangan.” Dan setiap suku memiliki panji masing-masing dengan simbol, yang berbeda-beda pula. Menurut Talmud (kumpulan kitab dan komentator para guru Yahudi dari tahun 250-500), menyebutkan panji suku Yehuda adalah seekor singa (Kejadian 49:9); Isakhar adalah seekor keledai (Kejadian 49:14); Zebulon adalah sebuah kapal (Kejadian 49:13); Ruben adalah sungai (Kejadian 49:4); Simeon adalah sebuah pedang (Kejadian 49:6); Gad adalah seekor singa (Ulangan 33:20); Efraim adalah seekor lembu sapi bertanduk – unicorn (Ulangan 33:17); Manasye adalah lembu jantan (Ulangan 33:17); Benyamin adalah seekor serigala (Kejadian 49:27); Dan adalah seekor ular (Kejadian 49:17) – meskipun ada yang memberikan gambaran “rajawali”; Asyer adalah segenggam gandum (Kejadian 49:20); Naftali adalah seekor rusa betina (Kejadian 49:21).
Tidak ada di antara panji-panji itu yang sama, dalam arti memiliki sifat yang sama, meskipun Yehuda dan Gad disimbolkan dengan singa, namun nubuatan bagi mereka masing-masing berbeda.
Setiap suku memiliki kesatuan dan mereka berkemah mengelilingi Tabernakel. Mereka wajib melindungi Tabernakel dari ancaman musuh. Bukan berarti Allah tidak sanggup menjaga Tabernakel, namun suku-suku Israel itu diberikan tanggung jawab untuk memikul kewajiban dari Allah.
Saya yakin salomo menuliskan suatu kidung yang menggambarkan Gereja Tuhan. Dia berkata, “Siapakah dia yang muncul laksana fajar merekah, indah bagaikan bulan purnama, bercahaya bagaikan surya, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya” (Kidung Agung 6:10)? Setiap panji itu bersatu! Tidak ada di antara mereka yang saling berperang dan menjatuhkan. Sayang, ini masih tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi saat ini pada Gereja Tuhan. Gereja saling “bertempur” memperebutkan jiwa yang sudah diselamatkan, padahal yang sama sekali belum mengenal Kristus …. banyak sekali!

Renungan:
Mari kita bersatu! Doktrin boleh berbeda. Gereja boleh gentingnya berlainan warna, tetapi Yesus tetaplah Allah yang sama yang kita muliakan. Jadi hentikan “pertempuran” yang hanya menyakiti tubuh Yesus.
Ada raksasa yang mati karena memukuli dirinya sendiri.

Leave a Reply

Latest Sermon

Translator